1st Sponsor

Sabtu, 16 Juli 2011

Musik Yang Menyenangkan Adalah Seperti Depapepe

Kala itu gue sedang melakukan perjalanan dari Bekasi menuju daerah Dadab yang terletak sangat dekat dengan lokasi Bandara Soekarno-Hatta, dengan menaiki mobil pribadi milik teman gue menuju daerah dadab tersebut, seorang teman  bernama Tutut Hario menyetel sebuah lagu yang sebelumnya belum pernah gue denger dan mungkin pernah  sesekali gue  dengar namun belum mengetahui asal-usul dari musik guitar tersebut. Ketika gue mendengarkan musiknya pertama kali secara spontan gue langsung menanyakan kepada teman gue untuk menghilangkan rasa penasaran di dalam kepala gue ini ! Dan seiring berjalannya mobil yang gue tumpangi, semakin lama musik ini semakin membuat diri gue tertarik untuk terus mendengarkannya, Perjalanan lebih terasa menyenangkan, dan bahkan dalam macet sekalipun tidak ada bahasa keluhan yang keluar dari bibir kami dan bahkan gue meminta untuk selalu repeat all khusus untuk Depapepe. 

Depapepe merupakan Group musik yang berasal dari negara Matahari (JAPAN), dengan bermodalkan 2 pemain guitar akustik yang mempunya skill dalam mengatur melody dan irama-irama yang mellow. Dalam setiap jenis musik dan irama musiknya mempunyai sentuhan-sentuhan alami yang berbeda. 

Adapun musik sejenis ini sangat cocok melengkapi dikala kita sedang sendiri di rumah atau pada saat kita sedang merasa galau (jiakakakakak...galau boo), menemani disaat kita sedang tidur pada malam hari, sambil melihat bintang-bintang dilangit tepat diatas atap rumah, disaat kita sedang melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan roda empat sangatlah menarik, dan bahkan musik jenis akustik ini sangat cocok untuk menjadi inspirasi di saat kita sedang buntu. Eitss jangan salah ketika sedang menulis artikel ini headset pun sudah terletak di telinga kanan dan telinga kiri sambil mendengarkan lagu-lagu dari Depapepe yang menyenangkan. Selain itu musik berjenis akustik ala Depapepe ini sangat membantu untuk melakukan job kecil-kecilan yang sedang gue tekuni secara perlahan yaitu memasukannya kedalam sebuah tampilan foto slide, menarik bukan?


Dibawah ini merupakan penampilan dari Depapepe yang berjudul Canon :





READ MORE - Musik Yang Menyenangkan Adalah Seperti Depapepe

Kamis, 14 Juli 2011

Perjalanan Menuju Air Terjun Cibereum


Taman Wisata Cibodas merupakan area rekreasi yang menyenangkan untuk di jelajahi, bukan hanya untuk wisatawan lokal biasa saja akan tetapi tempat ini sangat menarik perhatian bagi para master pendaki gunung Gede, tidak hanya sekali, ketika gue menanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan mengatakan "ane gak bakalan bosan untuk berulang-ulang kali datang kemari karena tempat ini adalah sarana olahraga yang alamiah" benar juga, mereka naik dan turun gunung dengan membawa tas yang sangat besaar di punggungnya. Pokoknya saya sangat mengacungkan jempol bagi mereka yang menaklukan sebuah gunung. 

Bagi anda yang baru pertama kali datang berkunjung ke daerah ini jangan pernah takut tersesat, karena tempat ini sangat ramai di kunjungi apalagi jika sudah menyangkut liburan sekolah  pasti rameeee boo... Disamping itu para tim petugas atau karyawan Taman Wisata Gunung Gede Pangarango telah menyiapkan sebuah peta besar yang terpampang diawal post pertama kali naik.


Awalnya gue bersemangat sekali dalam melakukan perjalanan ke Air Terjun Cibereum tersebut, nggak tau sama sekali seberapa jauhnya Air Terjun itu dan gue juga harus memikul sebuah tas ransel  (yaelah baru tas ransel kecil aja udah di sebut-sebutin :D hahaaha) yang berisikan pakaian gue dan teman gue. Kali ini akan menjadikan petualangan dan pengalaman yang mengasyikan bagi gue.



Jalan yang mendaki dan berbatuan tak urung untuk mengendorkan langkah kaki, jalan saja terus namun waktu yang semakin berjalan tak terasa sudah 30 menit kaki ini terus melangkah dan pundak ini masih saja memikul beban sebuah tas yang berisikan baju ganti untuk 2 orang, gue dan temen gue. Tiba di pertengahan jalan kaki ini mulai terasa nyeri, mulai dari situ lah gue selalu terdiam karena energi sudah terasa terkuras dan akhirnya gue mulai berteriak "woiiii... Istirahat bentar dulu kawan" jawaban dari teman lainnya adalah "bentar lagi kita nyampe boy, nanggung kalo kita istirahat disini. Mendengar hal itu pun sudah membuat gue malas untuk melanjutkan pendakian. Kali ini gue harus merubah strategi agar bisa enjoy, langkah pertama adalah gue harus berjalan berada di paling depan rombongan teman2 gue, setidaknya gue berada 50 meter di depan, langkah keduanya adalah jika langkah pertama berhasil gue bakalan istirahat sambil menunggu teman-teman gue yang lainnya.  Alhasil gue jalan terlebih dahulu dan bahkan gue harus berlari-lari hingga jauh.

Inilah rombongan teman-teman ku

Tak terasa  sudah lewat lebih dari 1 jam kami berjalan namun suara tetesan air terjun pun belum terdengar oleh kedua telinga, tak terasa pula 1 buah botol AQUA besar sudah kami habis kan bersama. Seperti biasa berjalan terlebih dahulu kemudian istirahat hingga saya menemukan sebuah plang nama saat jalan terbagi menjadi 2 jurusan...


Semangat membara kembali muncul ketika saya mengetahui jarak untuk arah tujuan yang akan kami singgahi yaitu Air Terjun Cibereum. Begitu melihat angka-angka yang di tujukan gue merasa senang semua terasa menjadi lebih ringan, bayangkan jaraknya saja tinggal berjalan kaki sepanjang 700 meter ! yah itu adalah hal yang sangat mudah bagi gue. Suara tetesan air pun kian terdengar dan ingin segera cepat sampai dan membeli sebotol Aqua dingin atau minuman-minuman ringan lainnya.




Setengah jam kemudia tibalah kami di sebuah Taman Wisata Air Terjun Cibereum, hmm indahnya air terjun tersebut membuat ku ingin cepat-cepat berbuka baju kemudian mandi ! Ternyata itu hanya menjadi khayalan semata bagi gue, sedikit saja gue terkena hembusan dari Ait Terjun tersebut gue sudah merasakan kedinginan, hahahahahaa... gue mencoba untuk melakukan cuci muka hasilnya adalah kesegaran yang gue dapatkan, dan yang lebih membuat gue terkaget-kaget adalah tidak di jualnya air minum apapun di area Taman Wisata tersebut dikarenakan akan menyebabkan sampah yang nantinya mencemari Air Terjun tersebut. Petugas tersebut mengatakan kalau saya haus saya selalu meminum air terjun tersebut ! Beneran bro... akhirnya gue ikutin ituh saran dari pak petugas. Endingnya gue kagak jadi nyemplung karena dinginnya air tersebut dan hanya beberapa temen gue yang akhirnya masuk ke dalam air tersebut.

Senang rasanya perjalanan kali ini... Semoga suatu saat nanti kita dapat berkumpul lagi untuk melewati hari-hari yang menyenangkan. :)

READ MORE - Perjalanan Menuju Air Terjun Cibereum

Selasa, 12 Juli 2011

Touring Puncak

Disuatu senja yang semakin lama kian menghitam gue duduk termenung sambil memikirkan Tugas Akhir gue yang lumayan riweuh (LEBAAAAY). Menenangkan hati, menjernihkan semua isi seluruh memory dalam sebuah benak dan mencari inspirasi baru untuk menaklukan dunia pendidikan tersebut, gue nekat untuk mengikuti jejak petualang yang akan di bentuk oleh beberapa teman-teman kuliah. Namun ketika disaat senja semakin kian terlelap, gelap pekat pun tiba buat gue untuk melakukan sebuah petualangan di malam hari bersama beberapa teman-teman..

Tepat pada hari jum'at malam gue bersama 6 orang teman kampus lainnya mengadakan perjalanan menuju puncak. Semua perjalanan sangat terencana, berangkat via bantargebang menuju puncak hanya memakan waktu 3 jam dengan melewati jalan pintas yang lumayan nyaman... Lika-liku perjalanan kami tempuh, bahkan motor yang gw tumpangi mengalami kendala dalam pendakian selama melewati jalur alternatif yaitu gunung Pancar.

Udara yang semakin dingin tidak menghentikan laju motor kami untuk berhenti istirahat sejenak, kami hanya memprioritaskan waktu untuk secepatnya sampai di pompbensin. Sungguh sangat hebat teman gue satu ini, dia bernama Mizwar penujuk jalan atau bisa dikatakan BOLANG, karena mengetahui seluk beluk medan perjalanan. Bayangkan sekeluarnya kami dari gunung Pancar tersebut kami langsung tiba di bawah Pomp bensin sebelum wisata Taman Safari tersebut berada. Waktunya untuk mengisi bahan bakar dan istirahat sejenak pun telah tiba..
Istirahat Sejenak
Mulai melanjutkan perjalanan... tepat pukul 1.30 kami terjebak macet dalam menuju kawasan puncak, hal ini disebabkan oleh perbaikan jalan pada malam hari, berhubung kami menaiki kendaraan roda dua jalan masih saja terlihat sangat lapang.

Tak lama berselang tibalah kami di sebuah tempat wisata Taman Cibodas dalam keadaan badan yang menggigil, dengan cepatnya gue mengambil inisiatif untuk mencari warung agar kami dapat menyelonjorkan badan yang terasa dingin dan pega-pegal. Sangat mengejutkan warung yang kami singgahi tersebut menyediakan tempat peristirahatan atau lossmen secara gratis... pas bener dah buat kantong mahasiswa macam kami ini,,, hahahahaa...


Keadaan semakin dingin dan mata semakin sipit membuat kami untuk ingin segera rebahan. Sesuatu terjadi sehingga kami semua tidak bisa memejamkan mata adalah karena kami sangat berisik dan mulai dengan canda tawa yang sangat menghebohkan bersama dengan orang baru saja kami kenal di dalam lossmen tersebut. Yeaah... hal itu sangat menyenangkan bagi kami !

suasana dalam lossmen


Hingga pagi menjelang tak satupun dari kami dapat memejamkan mata, sewaktu ketika langit semakin terang kami melihat kearah jendela, sesuatu membuat kami terkejut... indahnya ciptaan Tuhan ku  ini !!! sebuah pemandangan yang sangat indah telah gue temukan di pagi hari.




Pagi hari yang indah dan sejuk tersebut membuat hati kami bergerak untuk melakukan foto-foto bersama, inilah kenangan kita kawan.. semua kita lakukan secara senang dan hati yang ikhlas.





Langkah kami selanjutnya adalah untuk melakukan petualangan-petualang dalam menelusuri sebuah hutan menuju kawasan Air Terjun Cibereum, kisah selanjutnya silahkan klik disini
READ MORE - Touring Puncak

Music