1st Sponsor

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu

Dari sebuah kegelapan yang tenang, tubuhku semakin berkembang dan detak nadi ku semakin kuat, kini aku semakin yakin dan mulai siap untuk melihat sebuah cahaya kekal yang mulai membangunkanku dari sebuah tempat peristirahatan yang sebentar lagi akan aku tinggalkan. Rasanya aku sudah terbangun namun kelopak mata ini masih saja sulit untuk membuka mata  dan tidak satupun suara yang terdengar, hanya merasakan udara yang sangat dingin yang akan menyakitkan bagi tubuh ini. Perlahan aku mulai membuka kedua mata ini dan pertama kalinya mata ini melihat sebuah linangan air mata serta senyuman manis dari bibir seorang wanita. Detik demi detik udara dingin mulai menusuk-nusuk dan menyerang badanku, tak banyak yang bisa kuperbuat dari mulut ini untuk berkata-kata dan hanya teriakan tangis yang dapat kulakukan. Wanita cantik itu masih saja menangis serta tersenyum ketika melihat keberadaan yang telah di tunggu-tunggu sekian lama. Dibalut dan di bungkus dengan sebuah kain sehingga kehangatan tubuhku ini tetap terjaga dan isak tangis pun perlahan mulai mereda.

Begitulah kira-kira kenangan sewaktu aku mulai merapat ke Bumi. Perlahan aku mulai banyak diajarkan banyak hal, dari hal yang terkecil seperti menggosok gigi, mandi, buang air kecil/besar, belajar membaca buku dan Al-qur'an kemudian makan sendiri. Mulai terbiasa bangun pagi untuk melaksanakan ibadah Subuh tetapi setelah itu kembali menuju tempat tidur.
Kalo kita pernah nonton film "Ketika Cinta Bertasbih" katanya orang yang sudah bangun pagi untuk melaksanakan ibadah subuh kemudian kita tidur lagi rejeki kita akan di patok oleh ayam! jadi jawaban aku hanya "yaudah di makan lagi aja ayamnya biar rejekinya kembali lagi, heehehee... 

Jujur saja aku memang sangat bandel, jadi yang namanya marah-marah selalu tertuju padaku, seperti salah dalam membaca huruf di kitab suci Al-Qur'an sudah menjadi langganan penggaris kecil yang melayang ke tangan ku, namun perlahan mulai terbiasa lancar dalam membaca Al-Qur'an bahkan sampai lancar.

Memasuki umur untuk melakukan aktifitas di sekolah dasar pun  aku selalu di bantu oleh ibu-ku, di bantu dalam hal menghapal isi buku secara perlahan, caranya mudah sekali! pertama aku harus membaca buku sampai halaman yang telah di tentukan kemudian aku ditanyai tentang hal yang aku baca tersebut. Pulang sekolah terus melepaskan baju yang ku kenakan kemudian ku lempar-lempar ke mana saja di dalam rumah setelah kena marah aku mulai berhenti. Untuk para pembaca jangan ditiru hal seperti ini yaa... inget banget ini kejadian sewaktu aku kelas 1 SD. 

Tetapi tak selamanya aku ini menjadi anak yang nakal loh... sekarang aku selalu rajin membantu ibu ku, kalau sedang tidak bekerja aku selalu menyapu dan mengepel lantai rumah, mencuci piring, memijit kepala ibu ku dan jika malam tiba aku selalu memandikan kembang atau tanaman yang di tanam oleh ibuku di depan halaman rumah, bahkan menolong gadis sebelah yang di tinggal sendirian oleh orang tuanya dalam hal memasang lampu, menolong nenek dalam menyebrangi jalan TOL.. loh kok?!!? emang ada yah??

Para pembaca yang budiman... Ketahuilah bahwa jasa seorang ibu tidak terukur harganya, bahkan disebutkan dalam Al-Qur'an, seorang pria yang telah menikah harus tetap bertanggung jawab pada ibunya. *ini aku dengarkan sewaktu mengaji dan pada khutbah jum'at*. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?? Ingatlah, tidak ada ibu maka tidak akan ada seorang Presiden, dokter, insinyur dll.


Tulisan ini aku buat dalam memperingati hari Ibu sekaligus ingin berbagi cerita yang tak terlupakan bagaimana kenakalan-kenakalan yang pernah terjadi dalam hidupku. Sekali lagi terimakasih banyak untuk ibu ku tercinta. I Love You. your the best mom :)

READ MORE - Ibu

Music