Bagi anda yang berminat dengan ikan hias seperti ikan cupang untuk melengkapi suasana kamar atau rumah anda, silahkan jika anda berminat klik disini
1st Sponsor
Minggu, 19 Juni 2011
Jumat, 17 Juni 2011
Sate Padang Semakin Sulit Dicari
Beberapa hari yang lalu tepat pada malam hari gue pergi berkunjung kerumah saudara di daerah Bintara Bekasi, dengan membawa perut kosong dan badan yang lumayan letih diakibatkan sehabis pulang kuliah. Sengaja untuk tidak makan di kantin kampus adalah karena daerah Bintara itu merupakan area yang tempat untuk melakukan wisata kuliner, tinggal pilih saja! Di sana banyak sekali mie ayam yang sangat enak, martabak telor, ayam bakar, pical ayam, bubur ayam, nasi goreng, nasi uduk, nasi bebek...dll.
uuuwh wuenak tenan deh pokoknya gue juga bingung mesti milih yang mana, semuanya enak-enak kok jalan kesana-kesini dengan sebuah kendaraan bermotor akhirnya gue bertemu dengan sebuah gerobak yang bertuliskan "Sate Padang", ooohh my god ! kalo dipikir-pikir sudah jarang saya bertemu dengan gerobak seperti ini, jangankan untuk daerah Bintara dekat komplek rumah gue pribadi pun juga tidak pernah melihat dengan yang namanya Sate Padang tersebut. Sampailah saya di dalam sebuah tenda Sate Padang tersebut dan tanpa basa-basi gue langsung memesan sate tersebut dengan logat minang! "uda, posan sate seporsi lah! jan agiah ketupek lah" si uda menjawab "siap". Fuuhh tak sabar gue ingin merasakan Sate Padang ini! dipikir-pikir sudah lebih dari setahun gue nggak pernah menginyam ini sate asal kota Padang. Selama ini gue hanya menginyam sate Madura dan sate Kelinci.
Tiba waktunya buat gue untuk menyantap makanan tersebut.. mmmh.. mantabh suratap rasanya pas di lidah boo.. makan Sate Padang lebih lengkap dengan kripik pedas nya, jika tidak ada kripik pedas nggak nampol ahh. Setelah habis satu porsi saya kembali mengatakan ke si uda "tambuah ciek lai da, lomak bone bumbu nan uda buek ko".
Pembeli pun semakin berdatangan ada yang meminta untuk di bungkus untuk dimakan di rumah dan ada juga yang duduk di sebelah gue.
Gue sempat berpikir bahwa kenapa banyak sekali orang yang berdatangan kemari? adakah alasan khususnya?
Seusai makan gue langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi rumah saudara gue, dan menceritakan bahwa gue habis makan sate yang enak sebelum tiba.
Sebelum tidur gue masih memikirkan apa alasannya kenapa bisa banyak orang yang berdatangan ke tempat sate tersebut! Lambat laun gue mulai mengerti kenapa banyak orang yang datang kesana? alasannya adalah sudah semakin sedikit bagi orang minang untuk membuka lahan pekerjaan untuk menjual Sate Padang , sekalinya ada yang berjualan ternyata rasanya sangat memuaskan sehingga banyak sekali mendatangkan pelanggan.
Gue sendiri juga mempunyai hobby untuk meracik bumbu masakan dan sangat senang melakukan uji coba untuk racikan bumbu makanan terbaru. Hanya satu yang belum gue ketahui yaitu bagaimana cara membuat bumbu untuk Sate Padang yang kebih nikmat dan gurih di lidah. Seorang dosen pernah mengatakan kepada gue sewaktu jam kuliah "Saya lebih senang jika kamu memiliki usaha sendiri daripada bekerja di sebuah perusahaan! kembangkanlah kemampuan yang kamu punya itu menjadi sebuah pekerjaan yang berguna".
Saya menghimbau kepada para WarDang (Warung Padang) bahwasannya Sate Padang di Bumi Indonesia ini sudah semakin menghilang, bagaimana jika di setiap Warung Padang itu juga harus dilengkapi dengan yang namanya Sate Padang !! Gue berani jamin pasti itu sate lebih laku daripada masakan padang yang ente jual. Seandainya gue memiliki waktu yang cukup, Gue ingin sekali berwirausaha sebagai penjual Sate Padang. Jadi usaha gue selanjutnya adalah membuka lapak kuliner "Sate Padang Lintau Buo".
Salam Sate...
Cerita Indomie
Sewaktu aku masih nge kost dulu, aku seriiiiiiiing sekali pergi makan ke sebuah warteg, Begitu memasuki tanggal tua yaitu akhir bulan otomatis keuangan sudah mulai cekak. Tanpa pikir panjang aku membeli sebuah indomie di warung terdekat dengan lokasi kost-an ku. Begitu ku masak dan aku buka kemasan indomie tersebut ternyata uang logam 500 rupiah jatuh bersamaan dengan membuka kemasan Indomie.Saku celanaku BOLONG !
Begitulah cerita Indomie punyaku... Bagaimana dengan cerita kamu??
Begitulah cerita Indomie punyaku... Bagaimana dengan cerita kamu??
Kamis, 16 Juni 2011
Bertepuk Tangan Untuk Jepang
Berawal dari pertama kali menonton film dari negri Sakura, mulai dari yang action hingga drama romantis sungguh sangat membuat hati ini semakin kagum. Tingkah laku yang mereka perbuat sehari-hari menjadi contoh yang tauladan bagi mereka yang telah menonton film dari negri Sakura ini. Apa yang pernah gue simak dari pertama hingga akhir sampai membuahkan hasil tulisan dengan judul "Bertepuk Tangan Untuk Jepang".
Dari cara mereka bergaul ! sangat menjunjung tinggi kesopanan terhadap sesama, selalu menundukan kepala dalam arti berterimakasih atau memohon izin dengan baik. Kebiasaan bagi orang Jepang yang tak pernah dihilangkan adalah selalu mengucapkan selamat pagi dan selamat makan. Bisakah manusia Indonesia seperti itu?
Urusan percintaan wanita Jepang sangatlah setia, tidak pernah memandang materi sekecil apapun dan selalu menerima kekurangan dari pasangannya. Pada umumnya wanita di negara Matahari tersebut sangat terlihat polos dan lemah namun semangat yang berkobar demi mencapai tujuan yang di inginkannya selalu berapi-api.
Orang Jepang itu tidak mengenal kata "gengsi". Pekerjaan apapun di laluinya selalu dikerjakannya dengan gigih dan penuh semangat. Tidak memiliki kendaraan bermotor, bersepedah pun mereka jalani.
Sedikit bicara dan banyak bekerja itulah orang Jepang, sangat jauh berbeda dengan Indonesia yang bangga disebut dengan NATO (No Action Talks Only).
Masih banyak beberapa hal yang belum saya ketahui tentang Jepang namun saya berpendapat jika anda ingin sukses belajarlah gaya hidup ala Nippon.
Sabtu, 11 Juni 2011
Sisi Lain Bekasi Utara
Minggu 5 Juni 2011 adalah hari yang saya tunggu-tunggu kedatangannya. Kali ini saya bersama dengan 7 rekan panitia #AB2011 melakukan petualangan atau kunjungan untuk melihat lokasi dan keadaan hutan Mangroove yang letaknya di Muara Gembong Bekasi Utara disaat sebagian panitia sedang sibuk melakukan misi rahasia ke daerah Mpek mpek Palembang. Tidak dapat di pungkiri ! sebenarnya Bekasi itu masih memiliki keindahan alam yang sangat menarik hanya saja hal itu harus lebih diperhatikan lebih mendalam oleh pemerintah Kabupaten Bekasi.
Petualangan kami diawali dari BCP (Bekasi Cyber Park) tepat pukul 9 kami langsung capcus menuju babelan untuk menjemput sang jawara Bekasi, sebut saja bang kokom (Komarudin Ibnu Mikam), gayanya yang simpel dan humoris sangat tepat untuk menemani perjalanan kami menuju Muara Gembong. Beliau juga memperkenalkan bahwa Bekasi Utara adalah daerah pemekaran yang sedang di tangani oleh ALU (Aliansi Utara) dengan di ketuai oleh Bang kokom sendiri. Beliau juga memaparkan bahwa Bekasi Utara ini sebenernya memiliki banyak tempat yang sangat indah hanya saja pemerintah tidak pernah membidik sasaran ke arah utara Bekasi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
