1st Sponsor


ibote creative Komunitas Blogger Bekasi ASEAN Blogger
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

Thomas Alva Edison Berani Bermimpi

Selesai sudah saya membaca sebuah buku yang lumayan tebal, buku yang di ciptakan oleh Sandra Mcleod Humphrey yang berjudul "Berani Bermimpi" dan di berikan secara cuma-cuma pada saat sebuah event PB 2010 tentu sangat berguna sekali kehadirannya untuk membuat kita menjadi orang yang bermotivasi. 

Saya akan mencoba berbagi beberapa kulasan, bagi anda yang belum sempat membaca buku tersebut. Banyak sekali dari tokoh ilmuwan baik itu merupakan tokoh-tokoh sejarah yang begitu terkenal di dunia, belum tentu mereka memiliki nasib yang bagus ketika semasa kecil hidupnya  !!! Pada saat anda semua membaca kisah-kisah hidup berikut, anda akan melihat bahwa tak seorang pun yang sempurna dalam segala hal. 

Thomas Alva Edison
Beberapa orang berpikir "otaknya tidak begitu beres". Gambar disamping merupakan seorang pemuda kelahiran Milan pada tahun 1847. Sejak usianya masih belia, rasa ingin tahunya "mengapa", selalu menyebabkan terkena masalah. Mengenyam pendidikan formal sangat sedikit, karena guru-gurunya menganggap pertanyaan yang terus-menerus adalah tanda kebodohan. Maka ketika menginjak usia 7 tahun, ibunya yang pernah menjadi guru, menariknya keluar dari sekolah dan mendidiknya sendiri di rumah. Sejumlah tetangga menganggap anak aneh berbadan kecil dengan kepala yang sangat besar yang mengajukan begitu banyak pertanyaan ini "linglung" dan bahkan dokter setempat takut jika anak ini mempunyai "masalah otak" karena kepala nya yang sangat besar. Ketika masih kecil ia sangat menyukai mebaca buku-buku kimia dan ia mulai menerapkan eksperiman dalam buku-buku itu, hanya untuk membuktikan, apakah fakta-fakta dalam buku itu benar adanya.

Memasuki usianya yang hampir 10 tahun, ia membangun lab kimia di ruang bawah tanah rumahnya, dan pada salah satu eksperimen, ia membuat ruang bawah tanah itu terbakar dan ia sendiri nyaris terjilat oleh si jago merah. Tampaknya hal tersebut tidak membuatnya jera, ia terus melakukan eksperiman hingga ia melakukan eksperimen terhadap seorang kawannya dengan memberikan bubuk pencahar dosis tiga kali lipat agar terproduksi cukup banyak gas yang memungkinkan kawannya itu terbang. Alhasil sang kawan pun menderita sakit perut luar biasa dan ia sendiri mendapatkan hadiah sabetan rotan.

Masa dewasa, menginjak usia 20 tahun, ia telah berubah dari tukang eksperimen menjadi seorang penemu dan memutuskan untuk terus bekerja untuk penemuannya itu secara penuh. Dari situlah ia memperkenal penemuan besarnya yang pertama kepada dunia berupa "fonograf". Dengan penemuan ini ia menjadi selebritas, tetapi ini baru awal... Setelah berbulan-bulan ia bekerja keras akhirnya ia mendemonstrasikan penemuan terbesarnya berupa "bola lampu listrik" yang mengubah cara hidup orang selamanya.
Selama hidupnya ia hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan "mengapa". Kemudia mencari tahu cara yang terbaik dalam melakukan segala sesuatu. Sifat kesabaran yang luar biasa dan jarang patah semangat di prolehnya.

Fonograf, bola lampu listrik, mesin ketik, mesin dikte, dinamo listrik, kamera gambar hidup merupakan hasil kerja kerasnya yang dia peroleh dari rasa keingintahuan yang sangat tinggi. "Kegagalan-kegagalan" ia melihatnya sebagai langkah-langkah yang perlu dalam proses ilmiah.

Thomas Alva Edison merupakan salah satu penemu terbesar yang di kenal di seluruh dunia dan sangat berhasil dalam mewujudkan impiannya untuk meningkatkan kehidupan manusia pada umumnya. Boleh dikatakan ia telah mendatangkan jauh lebih banyak kenyamanan dan kesenangan  ke dalam kehidupan sehari kita ketimbang penemu lainnya dalam sejarah.

"jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat"
--Thomas Alva Edison (1847-1931)

Bahaya terbesar bagi sebagian besar dari kita
bukanlah cita-cita yang terlalu tinggi
dan kita gagal menggapainya,
melainkan cita-cita itu terlalu rendah
dan kita berhasil meraihnya.
--Michaelangelo (1475-1564)
READ MORE - Thomas Alva Edison Berani Bermimpi

Minggu, 21 November 2010

Abraham Lincoln Berani Bermimpi

Selesai sudah saya membaca sebuah buku yang lumayan tebal, buku yang di ciptakan oleh Sandra Mcleod Humphrey yang berjudul "Berani Bermimpi" dan di berikan secara cuma-cuma pada saat sebuah event PB 2010 tentu sangat berguna sekali kehadirannya untuk membuat kita menjadi orang yang bermotivasi. 

Saya akan mencoba berbagi beberapa kulasan, bagi anda yang belum sempat membaca buku tersebut. Banyak sekali dari tokoh ilmuwan baik itu merupakan tokoh-tokoh sejarah yang begitu terkenal di dunia, belum tentu mereka memiliki nasib yang bagus ketika semasa kecil hidupnya  !!! Pada saat anda semua membaca kisah-kisah hidup berikut, anda akan melihat bahwa tak seorang pun yang sempurna dalam segala hal. 

Abraham Lincoln
Beberapa orang menyebutnya "Pemalas". Lelaki kelahiran tahun 1809 dan dinamai Abraham seperti kakenya. Sewaktu kecil ia selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menjengkelkan ayahnya dan sering kali pada malam hari ia selalu merenungkan kata-kata besar seperti "kemerdekaan" dan "suratan takdir". Saat ia bertambah besar, ia tidak dianggap menarik secara fisik dan beberapa orang malah menganggapnya buruk rupa dan di gambarkan sebagai orang yang ceking, cagung dan "tulang melulu". Kawan-kawan menganggapnya "aneh" karena ia menghabiskan begitu banyak waktu untuk membaca buku, dan ia di kenal mau berjalan 20 mil hanya untuk meminjam buku. Ibu tirinya Sarah selalu mendorongnya untuk membaca dan belajar, tetapi ayahnya berpikir bahwa minat anaknya pada buku dan pendidikan adalah tanda-tanda kemalasan. Seorang tetangga di mana ia bekerja untuknya mengeluh bahwa Abraham selalu "membaca dan berpikir" dan menganggapnya keterlalulan malasnya. 

Pada masa Dewasa tepat berumur 19 tahun, ia meninggalkan keluarganya di illinois dan bekerja sebagai pembantu di sebuah sampan besar yang menyusuri sungai Missisipi menuju New Orleans. Tempat ia menyaksikan lelang budak. Hal itu sangat membekaskan kesan tak terhapuskan pada dirinya ketika ia melihat orang-orang kulit hitam di perlakukan seperti barang dagangan di selatan ini. Pada saat itu ia bersumpah untuk melawan perbudakan dengan cara apapun.

Memasuki umur dua puluh tiga tahun, ia berkampanye untuk mendapatkan kursi di dewan legislatif  illinios tetapi kalah. Ia maju lagi dua tahun kemudian dan kali ini dia terpilih dan bertugas dari tahun 1834 hingga 1841. Orang berkata bahwa sebagai pengacara, ia populer tetapi tidak berbakat dan sebagai politikus ia berbakat tetapi tidak populer.

Pada tahun 1846 ia terpilih untuk menjadi anggota DPR AS dan bertugas selama satu masa jabatan. Kemudian pada tahun 1860 ia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16. Menjabat sebagai presiden pun ia mulai memperjuangkan orang-orang kulit hitam dan 7 wilayah selatan memisahkan diri dari Union dan membentuk pemerintahan mereka sendiri. Dia  menganggap ini adalah tindakan terpentingnya dari seluruh masa pemerintahannya.

Dia juga seorang penulis dan orator yang berbakat dan pidato Gettysburg (1863) masih dianggap sebagai salah satu pidato terhebat yang disampaikan oleh seseorang dalam sejarah. ia juga mengejewantahkan semangat kebebasan serta membuktikan kepada seluruh rakyat dunia bahwa "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat" tidak akan musnah di muka bumi. 

Pada tahun 1864 ia terpilih kembali sebagai presiden Amerika Serikat tetapi di tembak oleh aktor sinting John Wilkes Booth. Meskipun ia sudah meninggal lebih dari 100 tahun yang lalu, Kepemimpinan dan keberaniannya masih menjadi teladan bagi orang-orang dimana pun juga, dan ia masih dianggap sebagai salah satu presiden Amerika terbesar.

"Sebuah rumah yang terpecah tidak akan dapat berdiri."
--Abraham Lincoln (1809-1865)

Abraham membuat sebuah komitmen pribadi untuk sepotong mimpi (menyelamatkan perbudakan kulit hitam) dan kemudian memiliki ketekunan, kesabaran dan tekad untuk mengejar mimpi tersebut. Bangkit dalam mengatasi rintangan sosial seperti diskriminasi rasial dan pendidikan, mengubah kekurangan menjadi sebuah keunggulan. Dan terakhir memiliki pandangan hidup yang tak mementingkan diri sendiri.

Bahaya terbesar bagi sebagian besar dari kita
bukanlah cita-cita yang terlalu tinggi
dan kita gagal menggapainya,
melainkan cita-cita itu terlalu rendah 
dan kita berhasil meraihnya.
--Michaelangelo (1475-1564)  
READ MORE - Abraham Lincoln Berani Bermimpi

Music