Setiap manusia pasti pernah memiliki masa-masa krisis, seperti saya... semenjak ditinggalkan oleh kedua Orang Tua yang ingin menghabiskan masa tuanya di kampung halaman, kehidupan saya yang sebenernya baru dimulai. Sebelumnya saya adalah orang yang sangat merasa nyaman dalam berbagai hal, tinggal bersama dengan orang tua itu tidak mesti mengeluarkan uang yang sangat banyak. Rumah peribadi milik Orang tua, nonton televisi, main Internet, nongkrong dengan teman-teman rumah dan masih banyak lagi. Kebahagiaan itu terasa dengan sangat singkat, yah begitulah masa laluku ketika hidup bersama kedua Orang Tua. Kini kehidupan yang sebenernya sudah menunggu saya setiap harinya.
8 Bulan yang lalu.
Kehidupan baru mulai saya jalani dengan menyewa rumah kontrakan yang berisikan 3 ruangan, ruangan depan, ruangan tengah dan ruangan mandi. Hari demi hari saya lewati begitu saja, tanpa sadar kebutuhan pola kehidupan mewah sehari-hari semakin sulit untuk saya dapatkan, akhirnya perubahan secara spontan mulai saya alami. Bekerja lebih giat, mengurangi porsi makan, mengurangi nongkrong dengan teman-teman rumah, dan istirahat tepat waktu karena saya merasa takut jika saya terkena penyakit. Saya merupakan orang yang cukup rajin berolahraga, seperti berenang, saya selalu menyempatkannya seminggu sekali untuk mengikutinya bersama teman-teman.
Hampir saja rasa yang ditakutkan itu datang
Terlalu memporsir waktu untuk mencari uang, akhirnya saya jatuh sakit, secepat mungkin saya memeriksa kondisi badan saya ke Rumah Sakit terdekat agar penyakitnya bisa hilang dan saya tidak meninggalkan sehari pun waktu untuk bekerja. Namun sang dokter berkata lain, saya harus beristirahat. Perintah ini tidak saya indahkan, saya harus memaksa badan ini untuk bekerja, "toh kerja saya di kantor hanya duduk, ngetik ini-itu di depan sebuah komputer". Alhasil pekerjaan saya semua beres dan begitu sampai di tempat tidur badan saya lemas bukan main, saya merasa tidak mampu untuk berjalan mengambil air minum. Hal inilah yang menandakan bahwa besok hari tidak akan masuk kerja. Sebenernya saya bukan cemas karena penyakitnya, yang saya cemaskan adalah ketika terjadi sesuatu yang tidak diduga-duga pada kondisi saya, pada saat tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Alhamdulillah... Terimakasih Ya Allah, saya sehat... hanya itu yang bisa saya ucapkan... Dan Alhamdulillah hal yang saya cemaskan tidak jadi datang dan jangan pernah sampai harus datang dalam kehidupan saya nantinya.
Saya Tidur di Mesjid
Mengalami hal-hal yang sulit bukan hanya sekali dua kali, ketika itu saya pulang kerja larut malam (jumat malam), yang ada hanya metromini, tanpa ragu saya menaiki metromini tersebut menuju Blok M, pukul 11 malam, tidak ada satupun Bus Kota yang akan mengantarkan saya kembali pulang menuju Bekasi. Akhirnya saya harus kembali ke Kantor menaiki metromini yang saya naiki sebelumnya. Setibanya di gedung kantor dimana tempat saya bekerja adalah hanya kegelapan yang saya temukan. Dan saya lebih memilih untuk bermalam dalam sebuah mesjid yang megah. Diatas lantai yang dingin saya harus merasakan angin yang sepoi-sepoi pada malam hari yang membuat saya tidur terlelap. Sebenarnya saya bisa pulang malam itu juga dengan sebuah mobil taxi, tapi besok itu adalah hari sabtu ada baiknya bagi saya untuk tidak pulang terburu-buru.
Final
Semua yang saya kerjakan tidaklah sia-sia, saya menjadi seorang yang cukup handal dalam melakukan sebuah desain video seperti video Flash. Bahkan karya yang saya buat dapat ditampilkan dan dinikmati oleh para klien kami. Alhamdulillah...
