1st Sponsor

Selasa, 17 Agustus 2010

Gelap Dan Terang Indonesia Ku

Kemarin dan sampai sekarang kita masih merayakan HUT RI ke 65. Ini semua berkat para pahlawan kita yang telah rela menegakan dan  mendirikan sangsaka Merah putih di permukaan bumi Indonesia.

Saya masih sangat ingat sekali pelajaran semasa SLTP yaitu tengtang de jure de facto, tapi saya sudah mulai lupa dengan arti tersebut. Setelah saya selidiki via mbah Google, de jure de facto ini memiliki arti ungkapan pada kenyataan atau prakteknya menurut hukum.

Seperti Presiden pertama kita yang memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia ini merupakan ungkapan dari seluruh rakyat Indonesia. Catatan teks proklamasi ini mengungkapkan bahwa kita telah terbebas dari segala macam bentuk penjajahan setelah berabad-abad. Intinya setelah pembacaan teks proklamasi tersebut bangsa ini telah merdeka. Benarkah demikian ????
Memang secara lahiriah, secara de jure de facto bangsa ini telah merdeka semenjak bung Karno membaca teks proklamasi tersebut, tidak ada lagi kekerasan yang berbentuk penjajahan. Bahkan seluruh negara di dunia telah mengakui kemerdekaan negara kita. Sungguh sangat di sayangkan !!! Ketika mata saya melihat bagaimana kita mengisi kemerdekaan  ini.

Mulai dengan aksi penjajahan gaya baru dengan dalih politik, teknologi, ekonomi dan budaya ini  tak terasa imperialisme barat sedikit demi sedikit mulai masuk ke Indonesia. Hal ini bisa kita lihat pada pola kehidupan bangsa Indonesia yang kini cenderung untuk memiliki pola kehidupan negara-negara barat atau luar lainnya. Westernisasi telah menjadi wajah bangsa ini. Padahal sewaktu masa bung karno menjabat, beliau sangat enggan sekali untuk menerima bantuan dari negara barat, bahkan sampai mengeluarkan suara seruan "go to hell with your aid" yang artinya :  "persetan dengan bantuan mu". Dari bung Karno inilah kita bisa melihat begitu antusiasnya beliau ingin memerdekakan negara RI tanpa bantuan dari negara luar, sikapnya yang mandiri membuat dia menjadi seorang pemimpin yang berani menetang imperialisme barat.

Semenjak kepergian sang Proklamator banyak sekali noda-noda yang di tanamkan oleh para generasi penerus bangsa Indonesia, semakin mencuatnya video porno dan kasus korupsi yang di perankan oleh aparat pemerintah sehingga membuat ibu pertiwi menjadi sangat sedih.

Tetapi di tengah kekotoran yang sedang melanda bangsa Indonesia masih ada secercah titik putih bersih yang telah mengharumkan nama negara Indonesia, dengan cara mendapatkan medali emas, perunggu, perak dalam beberapa Olympiade. Putra-putri yang seperti inilah yang patut di acungkan jempol dan sangat diharapkan oleh para pejuang dan pahlawan yang telah rela mengorbankan nyawa untuk negara RI tercinta. Dan masih banyak putra-putri Indonesia yang lain, yang memiliki ide-ide kreatif dalam pengembangan dan pembangunan negara RI. Hal seperti inilah yang patut kita dukung dan kita semangati agar kelak di masa yang akan datang menjadi manusia patriot, dan berguna bagi bangsa dan negara Indonesia.

Semangatlah Indonesiaku, aku bangga menjadi warga negara indonesia, aku bangga berbahasa Indonesia dan aku bangga dengan orang yang telah mengisi dan mengaliri darah dalam tubuhku ini. Merdekalah engkau Indonesiaku, teruslah berjaya untuk selama-lamanya.

6 komentar:

  1. nice posting!!

    Burn out the spirit Ilham,,,,,

    btw, masukan aku di link temen mu dooonk,,,,ntar kita tukeran link

    BalasHapus
  2. Hiduplah Indoensia Raya :)

    Salam gemilang
    BAW

    BalasHapus
  3. E eh salah. Maaf, maksudnya Hiduplah Indonesia Raya :)

    BAW

    BalasHapus
  4. Indonesia.. Aku padamu!

    salam merdeka,
    JET

    BalasHapus
  5. i LOVE INDONESIA. MERDEKA!

    BalasHapus
  6. hebat banget postingnya, semoga dengan posting ini dapat menggugah jiwa kita, kecintaan kita kepada bangsa kita, bangsa INDONESIA....!!!!!!!

    BalasHapus

@gue_gani ucapkan Terimakasih karena telah berani membaca...!!!
No Offense

Music