1st Sponsor

Memuat...

Rabu, 02 Januari 2013

Cerita Nyata Yang Sangat Menginspirasi

Ketika awal pertama kali saya kenal dengan seorang yang setiap orang yang mengenalnya dengan baik menyebutnya dengan sebutan gelarUstad, yang memiliki panggilan yang sangat khas yaitu, NAQOY alias Nanang Qosim Yusuf. Suatu hari ketika saya mengikuti sebuah training yang beliau selenggarakan bersama The7Awareness ini sungguh membuat keadaan saya menjadi semakin berubah untuk menggapai kehidupan yang lebih baik lagi. Banyak orang yang terinspirasi dari gaya hidupnya yang sangat sederhana, salah satunya adalah aku sendiri. ...
Awal yang mengejutkan ketika saya harus mengikuti training yang mulanya aku hanya menilai training ini merupakan sebuah kegiatan yang belum jelas (belum mengenal siapa itu NAQOY dan siapa itu The7Awareness). Padahal saya ini adalah seorang blogger, rajin membaca artikel, dan selalu pergi kemana-kemana dalam sebuah acara resmi maupun yang tidak resmi. Saya akui, masih banyak kekurangan-kekurangan yang saya miliki, salah satunya adalah jarangnya saya membuka siaran tv Swasta seperti Metro TV ataupun MNC TV. Mengapa...? Karena disitulah Naqoy menyebarkan ilmu kebaikannya kepada para penonton di seluruh Indonesia bahkan ASIA.
Ketika saya mengikuti sebuah training The7Awareness, saya tertarik sekali mendengarkan cerita yang sangat menyentuh hati ini. Dengan ucapan yang sangat lembut Ust. Naqoy mulai menceritakan kisah dari seorang sahabatnya.
Kala itu ada seorang bocah berasal dari ranah Minang tepatnya berasal dari daerah Pariaman. Basrizal Koto (Basko), sewaktu kelas 5 SD hidupnya di iringi dengan sebuah kepahitan... Dimana Ayah dari sang bocah tersebut pergi meninggalkan keluarganya yang sedang dalam kondisi ekonomi yang sangat buruk. Suatu hari ibunya pergi meminjam beras kepada tetangga samping rumahnya tersebut. Dengan kesal tetangga tersebut menjawab, kau makan saja batu itu bersama anak-anak mu itu...! Mendengar hinaan tersebut membuat Basko untuk bangkit dan berkata kepada ibunda tercintanya 
"Ama (ibu), Abas ingin pergi merantau ke Pekanbaru sana... Abas berhenti sekolah..."

Sang Ibu berkata "Gimana dengan sekolahmu nak?"
"Biarlah Ama, Biaya sekolah itu bisa di ganti dengan beras untuk makan"
Bergegaslah  bocah yang seharusnya melanjutkan jenjang pendidikan di Sekolah dasar tersebut untuk pergi meninggalkan keluarga tercintanya. Berat hati untuk meninggalkan keluarga tercinta, namun apalah daya demi sebuah makian tersebut Basko harus mengubah keluarganya menjadi lebih baik. Peristiwa ini merupakan OMA (One Minute Awareness), dimana satu menit beliau mendengarkan cacian dan makian tersebut telah mengubah nasibnya untuk menjadi lebih baik. Bermodalkan hati yang di penuhi dengan perasaan cinta kepada keluarga yang ia tinggalkan, iya pergi dan menghilang dari permukaan ranah Minang.
Ironis, betapa mengejutkan ketika Beliau sukses di negeri orang, Omset perhari dari hasil ternak Sapi dan Kerbau nya membuatnya menjadi seorang yang kaya raya. 1,4 Miliar Rupiah bisa ia dapatkan dalam satu hari.  Ketika ia berhasil, kembalilah beliau untuk menemui Ama yang ia cintainya.  Pada saat itu juga Basko di minta sebagai seorang Nara sumber dalam sebuah seminar, beliau di pandang sebagai orang yang telah sukses yang bahkan tidak tamat sekolah dasar.
Ketika ditengah asiknya sebuah sebuah dialog dalam sebuah acara seminar tersebut, datanglah sepucuk surat dari seorang sekretarisnya. Membaca surat tersebut membuatnya untuk pergi meninggalkan sebuah panggung dan hal inilah yang membuat seluruh peserta bertanya-tanya, bahkan energi-energi negatif telah keluar dari hampir setiap seluruh peserta dengan kalimat "Sombongnya mentang-mentang telah menjadi orang sukses, sekarang meninggalkan panggung tanpa mengucapkan salam"
Basko berlari menuju Lobby, seorang wanita tua telah menunggunya. Seorang ibu yang ingin melihat anaknya yang telah pandai berbicara di  depan banyak orang. Ternyata di dalam surat itu adalah pesan dari ibunya yang sudah menunggunya di Lobby sebuah gedung seminar tersebut. Kemudian Basko mengajak ibunya tersebut untuk naik keatas podium, sambil berkata :
"Presiden boleh berganti, Mentri di negara ini boleh berganti, tapi Ama tidak akan tergantikan".
Sungguh luar biasa, perasaan hati dari seorang bocah yang dulu pergi meninggalkan ibunya untuk mengubah nasib keluarganya dalam jutaan menit yang akan datang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.
Hal ini yang selalu menjadi pegangan dalam hidup ku, bagaimana mungkin hanya Basko seorang yang bisa sukses? Makanan yang ia kunyah pun sama persis dengan kita semua.  Namun itu semua berlandaskan pada tekad dan cinta yang ia miliki.
Perasaan yang sangat berat dia pikul selalu dalam perjuangan hidupnya, berdiri sendiri dalam meraih impiannya, dan berdoa adalah dorongan hidupnya untuk menjadi lebih baik lagi. 
Jalanilah hidup dengan penuh Cinta... Beribadalah dengan Cinta kepada Allah... Begitulah ucapan halus yang dikeluarkan oleh mulut seorang Ust. Naqoy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

@gue_gani ucapkan Terimakasih karena telah berani membaca...!!!
No Offense

Music